ALL ABOUT
ANTIMICROBIAL
Hello guys, aku kembali lagi nih dengan
informasi yang tentunya bermanfaat bagi kalian. Kali ini aku akan membahas
mengenai antimikroba. Yuk kita simak sama-sama semoga suka ya JJ.
Apa itu antimikroba ???????
Sumber : https://biofar.id/antimikroba/
1. Pendahuluan
Antimikorba adalah zat-zat kimia yang dihasilkan oleh fungi dan bakteri, zat tersebut memiliki khasiat atau kemampuan untuk mematikan/menghambat pertumbuhan kuman sedangkan toksisitas terhadap manusia relative kecil.Terdapat banyak jenis antimikroba yang banyak beredar di masyarakat yang dapat dibedakan dalam beberapa golongan seperti berdasarkan mekanisme kerjanya, spektrum, struktur kimia, aksi utamanya, dan tempat kerjanya (Anonim, 2014).
Penggunaan antimikroba yang sembarangan atau tidak tepat sesuai dengan indikasi, dapat mengakibatkan gagalnya terapi dan dapat menimbulkan resiko seperti resistensi atau terjadinya efek samping. (Tjay, dkk, 2010).
Antimikroba merupakan
suatu zat-zat kimia yang diperoleh/dibentuk dan dihasilkan oleh mikroorganisme,
zat tersebut mempunyai daya penghambat aktifitas mikororganisme lain meskipun
dalam jumlah sedikit.
Jenis jenis dari antimikroba itu sendiri antara lain :
Jenis jenis dari antimikroba itu sendiri antara lain :
1.
Antibiotik
Antibiotik adalah segolongan senyawa yang punya efek membunuh mikroorganisme didalam tubuh, misalnya ketika terjadi infeksi bakteri. Kata antibiotik diberikan pada produk
metabolik yang dihasilkan suatu organisme tertentu, yang dalam jumlah amat
kecil bersifat merusak atau menghambat mikroorganisme lain. Dengan kata lain,
antibiotik merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh suatu mikroorganisme yang
menghambat mikroorganisme (Pelczar, 2008). Kegiatan antibiotik untuk
pertama kalinya ditemukan secara kebetulan oleh dr. Alexander Fleming, tetapi
penemuan ini baru dikembangkan dan digunakan pada permulaan Perang Dunia
II, ketika obat-obat antibakteri sangat diperlukan untuk
menanggulangi infeksi dari luka-luka akibat
pertempuran (Tjay,dkk, 2010). Para peneliti di seluruh dunia menghasilkan
banyak zat lain dengan khasiat antibiotik, namun berhubung dengan sifat
toksisnya bagi manusia, hanya sebagian kecil saja yang dapat digunakan sebagai
obat.
2.
Desinfektan
Desinfektan
adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau
pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh atau
menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. Desinfektan
digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada benda mati (Anonim, 2014).
Desinfeksi adalah membunuh mikroorganisme penyabab penyakit dengan bahan kimia
atau secara fisik, hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadi infeksi dengan
jalan membunuh mikrooganisme patogen. Desinfeksi dilakukan apabila sterilisasi
sudah tidak mungkin dikerjakan, meliputi penghancuran dan pemusnahan
mikrooganisme patogen yang ada tanpa tindakan khusus untuk mencegah kembalinya
mikrooganisme tersebut
3.
Antiseptik
Sumber : https://shopee.co.id/ANTISEPTIK-GEL-GEA-500ML-CAIRAN-PEMBERSIH-TANGAN-i.51151880.1702124325
Antiseptik adalah zat yang dapat menghambat atau menghancurkan mikroorganisme pada jaringan hidup, sedangkan disenfeksi digunakan pada benda mati. Antiseptik adalah zat antimikroba yang diberikan pada jaringan hidup atau kulit untuk mengurangi kemungkinan infeksi, sepsis (peradangan seluruh tubuh yang berpotensi fatal) yang disebabkan oleh infeksi berat dan pembusukan
Efek Samping Dari AntiMikroba :
1. Reaksi Alergi. dapat ditimbulkan oleh semua antibiotik dengan melibatkan sistem imun tubuh hospes. terjadinya tidak tergantung pada besarnya dosis obat. manifestasi gejala dan derajat beratnya reaksi dapat bervariasi (Tjay, dkk, 2010).
2. Reaksi Idiosinkrasi. Gejala ini merupakan reaksi abnormal yang diturunkan secara genetik terhadap pemberian antimikroba tertentu. sebagai contoh 10% pria berkulit hitam akan mengalami anemia hemolitik berat bila mendapat primakulin. Ini disebabkan oleh kekurangan enzim G6PD (Tjay, dkk, 2010)
3. Reaksi Toksik. AM pada umumnya bersifat toksik-selektif, tetapi sifat ini relatif. Efek toksik pada hospes ditimbulkan oleh semua jenis antimikroba (Tjay,dkk, 2010).
4. Perubahan Biologik Dan Metabolik. Pada tubuh hospes, baik yang sehat maupun yang menderita infeksi, terdapat populasi mikro flora normal (Tjay,dkk, 2010).
2. Reaksi Idiosinkrasi. Gejala ini merupakan reaksi abnormal yang diturunkan secara genetik terhadap pemberian antimikroba tertentu. sebagai contoh 10% pria berkulit hitam akan mengalami anemia hemolitik berat bila mendapat primakulin. Ini disebabkan oleh kekurangan enzim G6PD (Tjay, dkk, 2010)
3. Reaksi Toksik. AM pada umumnya bersifat toksik-selektif, tetapi sifat ini relatif. Efek toksik pada hospes ditimbulkan oleh semua jenis antimikroba (Tjay,dkk, 2010).
4. Perubahan Biologik Dan Metabolik. Pada tubuh hospes, baik yang sehat maupun yang menderita infeksi, terdapat populasi mikro flora normal (Tjay,dkk, 2010).
2. Pembahasan
Dari penjelesan diatas
antimikroba sebenarnya memiliki 3 macam jenis. Pasti teman-teman baru tau yaa….JJ
Antimikroba itu sendiri
berfungsi untuk mnghambat atau mematikan bakteri jadi bukan untuk mematikan
virus ya J.
Dibidang farmasi
sendiri antimikroba lebih dikaitkan ke pelajaran mikrobiologi. Karena aku baru
semester 2 jadi belum terlalu memahami mengenai mikrobiologi. Jadi aku
membahasa sebisa aku ya …….
Mikrobiologi adalah
ilmu yang mempelajari mikroba atau makhluk hidup yang berukuran kecil atau
mikroorganisme dan peranannya dalam ilmu farmasi.
Ruang lingkup
mikrobiologi farmasi terdiri dari :
1.Orientasi taksonomi
: biologi, immunologi, bakteriologi, virologi, mikologi, dan parasitologi.
2.Orientasi habitat
: air, tanah dan udara.
3.Orientasi masalah
: malefit (merugikan) dan benefit (keuntungan).
Peran mikrobiologi itu sendiri
terbagi menjadi dua yaitu :
1.Peran positif. Produsen bahan obat, pangan, medis dan bioremediasi.
2.Peran negatif. Penyebab kerusakan dan menyebabkan penyakit (patogen).
3. Kesimpulan
Dari
semua penjelasan mengenai antimikroba, didapatkan beberapa kesimpulan :
1. Antimikroba
adalah obat pembasmi mikroba, khususnya mikroba yang merugikan manusia.
2. Antibiotik
adalah segolongan senyawa yang punya efek membunuh mikroorganisme didalam tubuh,
misalnya ketika terjadi infeksi bakteri.
3. Desinfektan
adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau
pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh atau menurunkan
jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya pada benda mati.
4. Antiseptik
adalah zat yang dapat menghambat atau menghancurkan mikroorganisme pada jaringan
hidup.
Okee……sekian
dulu penulisan hari ini semoga suka JJJ see you on the next blog ……………..
Referensi :
Anonim.“Antimikroba”.https://www.scribd.com/doc/5290110/Antimikroba/. 28 Juni 2020.
Farmakoterapi dan Terminologi Medis. Depok :
LESKONFI.
Pelczar,
Michael. 2008. Dasar-Dasar Mikrobiologi 2. Jakarta :UI
Press.Priyanto. 2008.
Tjay,
Tan, dkk. 2010. Obat-Obat Penting. Jakarta : PT. Elex Media
Komputindo.




Bermaanfaat sekali
ReplyDeleteSangat menarik
ReplyDeleteterimakasih banyak infonya sangat bermanfaat
ReplyDeleteinformasinya sangat bermanfaat, terima kasih banyak! Oiya, jangan lupa mampir ke blogku juga yaaa~
ReplyDeletebermanfaat
ReplyDelete