ALL ABOUT ANTIMICROBIAL
Hello guys, aku kembali
lagi nih dengan informasi yang tentunya bermanfaat bagi kalian. Kali ini aku
akan membahas mengenai antimikroba. Yuk kita simak sama-sama semoga suka ya JJ.
Yurekhe Utamana Lorenza
SF19182
IIC
Tugas Bahasa Indonesia
PENDAHULUAN
Infeksi
merupakan penyakit yang dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain atau
dari hewan ke manusia. Sebagian besar infeksi disebabkan oleh bakteri, jamur,
virus, dan parasit. Bakteri yang merupakan bagian flora normal manusia namun
dapat menyebabkan infeksi yaitu Staphylococcus
aureus dan Escherichia coli. Kasus
infeksi jamur terutama oleh spesies Candida
albicans mengalami peningkatan secara signifikan di Indonesia pada sepuluh
tahun terakhir. Salah satu cara untuk membasminya dengan cara menggunakan
antimikroba.
Antimikorba adalah
zat-zat kimia yang dihasilkan oleh fungi dan bakteri, zat tersebut memiliki khasiat
atau kemampuan untuk mematikan/menghambat pertumbuhan kuman sedangkan
toksisitas terhadap manusia relative kecil. Pernyataan tentang definisi
antimikroba menurut. Antimikroba merupakan suatu zat-zat kimia yang diperoleh
atau dibentuk dan dihasilkan oleh mikroorganisme, zat tersebut mempunyai daya
penghambat aktifitas mikororganisme lain meskipun dalam jumlah sedikit.
PEMBAHASAN
A.
Jenis
jenis dari antimikroba itu sendiri antara lain :
1.
Antibiotik
Antibiotik adalah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba,
terutama fungi, yang dapat menghambat mikroba jenis lain. Kata antibiotik diberikan pada produk
metabolik yang dihasilkan suatu organisme tertentu, yang dalam jumlah amat
kecil bersifat merusak atau menghambat mikroorganisme lain. Dengan kata lain,
antibiotik merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh suatu mikroorganisme yang
menghambat mikroorganisme (Pelczar, 2008). Kegiatan antibiotis untuk
pertama kalinya ditemukan secara kebetulan oleh dr. Alexander Fleming, tetapi
penemuan ini baru dikembangkan dan digunakan pada permulaan Perang Dunia
II, ketika obat-obat antibakteri sangat diperlukan untuk
menanggulangi infeksi dari luka-luka akibat pertempuran (Tjay,dkk,
2010). Para peneliti di seluruh dunia menghasilkan banyak zat lain dengan
khasiat antibiotik, namun berhubung dengan sifat toksisnya bagi manusia, hanya
sebagian kecil saja yang dapat digunakan sebagai obat. Banyak orang
mengira antibiotika diberikan untuk mengobati masuk angin atau flu. Memang
antibiotika dapat diberikan bersama-sama dengan obat flu, tetapi tujuannya
hanyalah untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri sekunder seperti sakit
tenggorokan, bukan untuk mengobati masuk angin atau flu, yang disebabkan oleh
virus, bukan bakteri (Harkness, 2005).
2.
Desinfektan
Desinfektan adalah
bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran
jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh atau menurunkan
jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. Desinfektan digunakan untuk
membunh mikroorganisme pada benda mati. (Anonim, 2014). Desinfeksi adalah
membunuh mikroorganisme penyebab penyakit dengan bahan kimia atau secara fisik.
Hal ini dapat
mengurangi kemungkinan terjadi infeksi dengan jalan membunuh mikroorganisme
patogen. Desinfeksi dilakukan apabila sterilisasi sudah
tidak mungkin dikerjakan, meliputi penghancuran dan pemusnahan mikroorganisme patogen yang
ada tanpa tindakan khusus untuk mencegah kembalinya mikroorganisme tersebut.
3.
Antiseptik
Antiseptik adalah zat yang dapat menghambat atau
menghancurkan mikroorganisme pada jaringan hidup, sedang desinfeksi digunakan
pada benda mati. Antiseptik adalah zat antimikroba yang diberikan pada jaringan
hidup/kulit untuk
mengurangi kemungkinan infeksi, sepsis (peradangan seluruh
tubuh yang berpotensi fatal) yang disebabkan oleh
infeksi berat, dan pembusukan.
B. Efek samping
penggunaan antimikroba
1. Reaksi Alergi
Reaksi
alergi dapat ditimbulkan oleh semua antibiotik dengan melibatkan sistem imun
tubuh hospes. Terjadinya tidak bergantung pada besarnya dosis obat. Manifestasi gejala dan
derajat beratnya reaksi dapat bervariasi (Tjay,dkk, 2010).
2. Reaksi Idiosinkrasi
Gejala
ini merupakan reaksi abnormal yang diturunkan secara genetik terhadap pemberian
antimikroba tertentu. Sebagai contoh 10% pria berkulit hitam akan mengalami
anemia hemolitik berat bila mendapat primakulin. Ini disebabkan mereka
kekurangan enzim G6PD (Tjay,dkk, 2010).
3. Reaksi Toksik
AM
pada umumnya bersifat toksik-selektif, tetapi sifat ini relatif. Efek toksik
pada hospes ditimbulkan oleh semua jenis antimikroba (Tjay,dkk,
2010).
4. Perubahan Biologik Dan Metabolik
Pada
tubuh hospes, baik yang sehat maupun yang menderita infeksi, terdapat populasi
mikro flora normal (Tjay,dkk, 2010).
C.
Penggolongan
Antimikroba
Berdasarkan mekanisme kerjanya,
Antimikrobadikelompokkan menjadi 5 kelompok :
1.
Antimikroba Yang Menghambat Metabolisme
Sel Mikroba
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah sulfonamid,
trimetoprim, asam p-aminosalisilat (PAS) dan sulfon. Dengan mekanisme kerja ini
diperoleh efek bakteriostatik (Pelczar, 2008).
2.
Antimikroba Yang Menghambat Sintesis
Dinding Sel Mikroba.
Obat yang termasuk dalam kelompok ini ialah penisilin,sefalosporin, basitrasin, vankomisin, dan sikloserin. Dinding sel bakteri, terdiri dari
polipeptidoglikan (Pelczar, 2008).
3.
Antimikroba Yang Mengganggu Keutuhan
Membran Sel Mikroba.
Obat yang termasuk dalam kelompok
ini ialah polimiksin, golongan polien, serta berbagai antimikroba
kemoterapeutik umpamanya antiseptik surface
active agents. Polimiksin sebagai senyawa amonium-kuartener dapat merusak
membran sel setelah bereaksi dengan fosfat pada fospolipid membran sel
mikroba (Pelczar, 2008).
4.
Antimikroba Yang Menghambat Sintesis
Protein Sel Mikroba.
Obat yang termasuk dalam kelompok
ini ialah golongan aminooglikosid makrolit, linkomisin, tetrasklin dan
kloramfenikol. Untuk kehidupannya, sel mikroba perlu mensisntesis
berbagai protein. Sintesis protein berlangsung di ribosom dengan bantuan
mRNA dan tRNA. Pada bakteri, ribosom terdiri atas 2 sub unit,yang berdasarkan
konstanta sedimentasi dinyatakan sebagai ribosom 3OS dan 5OS. Untuk berfungsi
pada sintesis protein,kedua komponen ini akan bersatu pada pangkal rantai
mRNAmenjadi ribosom 7OS. Penghambatan sintesis protein terjadidengan berbagai
cara (Pelczar, 2008).
5.
Antimikroba Yang Mengganggu Keutuhan
Membran Sel Mikroba
Obat yang termasuk dalam golongan
ini adalah rifamfisin,dan golongan kuinolon. Yang lainnya walaupun bersifat
antimikroba, karena sifat sitotoksisitasnya, pada umumnya hanya digunakan
sebagai obat antikanker; tetapi beberapa obat dalam kelompok terakhir ini dapat
pula digunakan sebagai antivirus. Yang akan dikemukakan di sini hanya kerja
obat yang berguna sebagai antimikroba, yaitu rifampisin dan golongan
kuinolon (Pelczar, 2008).
KESIMPULAN
1.
Antimikroba
adalah obat pembasmi mikroba, khususnyamikroba yang merugikan manusia.
2.
Antibiotik
adalah segolongan senyawa yang punya efek membunuhmikroorganisme didalam
tubuh, misalnya ketika terjadi infeksi bakteri.3.
3.
Desinfektan
adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau
pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh atau
menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya pada benda mati.
4.
Antiseptik
adalah zat yang dapat menghambat ataumenghancurkan mikroorganisme pada jaringan
hidup.
DAFTAR PUSTAKA
Pelczar, Michael. 2008. Dasar-Dasar Mikrobiologi 2 . Jakarta :UI
Press.Priyanto. 2008.
Tjay, Tan, dkk. 2010. Obat-Obat Penting . Jakarta : PT. Elex Media
Komputindo.




Comments
Post a Comment